Internet TCP dan UDP Port

Berbicara tentang teknologi internet dan aplikasi tidaklah lepas dari yang namanya port TCP dan port TDP.
Penjelasan mengenai apa itu TCP dan UDP banyak di dapat di berbagai link di internet, yang pasti keduanya adalah Protokol. Dari berbagai literatur dijelaskan bahwa protokol TCP protokol yang digunakan untuk metode transmisi yang terhubung langsung ke komputer sementara protokol TDP tidak demikian.

Ilustrasinya begini, setiap komputer atau perangkat di Internet harus memiliki alamat IP . Alamat IP ini digunakan untuk mengenali komputer tertentu Anda keluar dari jutaan komputer lain yang terhubung ke Internet . Ketika informasi dikirim melalui Internet ke komputer anda bagaimana komputer anda menerima informasi itu? nah komputer tersebut akan menilai apakah informasi tersebut diterima menggunakan TCP atau UDP.

Anda dapat memiliki total 65.535 Port TCP dan total 65.535 Port UDP.

Internet TCP and UDP port

Berikut berapa contoh port TCP dan UDP yang banyak digunakan secara official dan unofficial.


Konfigurasi wifi cisco

Pada dasarnya mengkonfigurasi perangkat wireless dalam hal ini radio wireless adalah sama. tidak terantung bahwa merek A harus seperti ini atau merek B harus seperti itu. Maka beberapa hal yang harus anda lakukan diawal adalah desainnya;

  • Apakah radio tersebut akan anda jadikan Access point, ataukah jadi Repeater atau akan jadi Bridge.
  • Estimasikan jumlah user yang akan ditampung oleh radio tersebut yang akan sangat bermanfaat pada pengalokasian IP address.
  • Pilih perangkat radio yang sesuai dengan kebutuhan, apakah untuk digunakan indoor atau outdoor.
  • Jika digunakan untuk outdoor sebaiknya pilihlah antena yang optimum, grounding yang bagus, arrester (anti petir) yang juga bagus tentunya. 1 buah antenna arreste belum maksimal untuk penggunaan antena outdoor. penambahan anti petir pada tiang antena serta penambahan anti petir pada input kabel LAN akan menambah daya tangkis terhadap serangan loncatan arus listrik ataupun petir, dan di + doa tentunya. (untuk material-material pada point ini dapat anda lihat disini).
  • Pilihlah channel yang tidak crowded ini dapat membantu untuk tidak menggunakan signal boaster, sesuaikan channel dengan frekwensi radio yang digunakan apakah 2,4Ghz atau 5,8Ghz.
Baiklah, tahapan persiapan sudah dilakukan, mulailah dalam mengkonfigur. Kali ini saya mencontohkan dengan menggunakan sebuah radio wifi cisco tipe 1242AG.
  • "Komunikasikan" radio tersebut dengan console terhadap komputer yang digunakan untuk konfigurasi.
  • Konfigure beberapa port terminal (line vty 0 - 15, line console, enable password) dan berikan password untuk memproteksi dari user jahil.
  • Konfigur interface BVI1, berikan IP address idmana IP address pada interface BVI ini adalah IP address radio yang anda konfigur. Jika tidak menggunakan kabel console maka anda dapat mengakses IP address ini di network jika ingin merubah konfigurasi nantinya.
  • Berikan hostname sebagai label/ nama radio yang dikonfigur.
  • Konfigur interface radio0 jika digunakan untuk frekwensi 2,4 Ghz atau interface radio1 jika akan digunakan untuk frekwensi 5,8Ghz (beri perintah shutdown pada salah satu interface radio yang tidak digunakan). Beri IP address, antena gain, channel, dan SSID untuk interface ini dan jika untuk di publish maka set autentikasi untuk SSID ini adalah open dan buat ke guest mode.
  • Simpan konfigurasi
Note: Konfigurasi lanjutan dapat dilakukan desuai dengan kebutuhan, seperti penggunaan radius dan lain-lain.
Berikut contoh konfigurasi yang sesuai dengan perintah diatas.


version 12.4
no service pad
service timestamps debug datetime msec
service timestamps log datetime msec
service password-encryption
!
hostname TELKOMUNIVERSITY
!
enable secret 5 $1$VJJQ$IkeGbXOqQmLBlGkmTULet1
enable password 7 0836455C0C15000401
!
no aaa new-model
!
!
!
dot11 ssid TELKOMUNIVERSITY
   authentication open
   guest-mode
!
power inline negotiation prestandard source
!
!
username Cisco password 7 13261E010803
!
bridge irb
!
!
interface Dot11Radio0
 no ip address
 no ip route-cache
 !
 ssid TELKOMUNIVERSITY
 !
 antenna gain 100
 channel 2462
 station-role root
 bridge-group 1
 bridge-group 1 subscriber-loop-control
 bridge-group 1 block-unknown-source
 no bridge-group 1 source-learning
 no bridge-group 1 unicast-flooding
 bridge-group 1 spanning-disabled
!
interface Dot11Radio1
 no ip address
 no ip route-cache
 shutdown
 dfs band 3 block
 channel dfs
 station-role root
 bridge-group 1
 bridge-group 1 subscriber-loop-control
 bridge-group 1 block-unknown-source
 no bridge-group 1 source-learning
 no bridge-group 1 unicast-flooding
 bridge-group 1 spanning-disabled
!
interface FastEthernet0
 no ip address
 no ip route-cache
 duplex auto
 speed auto
 bridge-group 1
 no bridge-group 1 source-learning
 bridge-group 1 spanning-disabled
!
interface BVI1
 ip address 10.0.0.50 255.255.255.0
 no ip route-cache
!
ip http server
no ip http secure-server
ip http help-path http://www.cisco.com/warp/public/779/smbiz/prodconfig/help/eag
bridge 1 route ip
!
!
!
line con 0
 password 7 1505021E01262E373B
 login
 transport output all
line vty 0 4
 password 7 13121E000E00013938
 login
 transport input all
 transport output all
line vty 5 15
 password 7 0611063349420C0A16
 login
 transport input all
 transport output all
!
end










CONTROL SELF ASSESSMENT (CSA)

Control Self Assessment (CSA) dapat didefinisikan sebagai suatu teknik manajemen yang menjamin pemegang saham, pelanggan dan pihak lain bahwa sistem pengendalian internal organisasi yang handal. Ini juga menjamin bahwa karyawan sadar akan risiko bisnis dan mereka melakukan berkala, review proaktif kontrol. Ini adalah metodologi yang digunakan untuk meninjau tujuan bisnis utama, risiko yang terlibat dalam mencapai tujuan bisnis dan pengendalian internal yang dirancang untuk mengelola risiko usaha dalam proses, formal kolaboratif didokumentasikan.

Dalam prakteknya, CSA adalah serangkaian tools atau alat pada sebuah metodologi dari kuesioner sederhana, yang dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang organisasi dengan meminta mereka yang memiliki pengetahuan bekerja sehari-hari. Alat dasar yang digunakan selama proyek CSA adalah sama. Apakah proyek tersebut bersifat teknis, keuangan atau operasional. Alat ini mencakup pertemuan manajemen, lokakarya klien, lembar kerja, lembar penilaian dan pendekatan proyek CSA. Ada berbagai pendekatan kepada tingkat di bawah manajemen yang tanya, beberapa organisasi bahkan termasuk orang luar (seperti klien atau mitra perdagangan) ketika membuat penilaian CSA

OBJECTIVES atau Tujuan dari CSA
Ada beberapa tujuan yang terkait dengan mengadopsi program CSA. Tujuan utama adalah untuk memanfaatkan fungsi audit internal dengan menggeser beberapa tanggung jawab kontrol pemantauan ke daerah fungsional. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan tanggung jawab audit, tapi untuk meningkatkan mereka. Auditee seperti line manager bertanggung jawab untuk kontrol di lingkungan mereka, para manajer juga harus bertanggung jawab untuk memantau kontrol. program CSA juga harus mendidik manajemen tentang desain pengendalian dan pengawasan, terutama konsentrasi pada area yang berisiko tinggi.

Baiklah, penjelasan singkat dalam bahasa indonesia mengenai CSA ini sudah saya kilaskan diatas, untuk lebih memfamiliarkan anda tentang Control Self Assesment ini serta mempermudahkan anda saat sertifikasi CCSA ataupun CISA serta penerapannya dalam kondisi nyata maka silahkan lanjutkan ke versi bahasa Inggrisnya Silahkan klik disini.


ITIL (IT Infrastructure Library)

Inti dari ITIL (IT infrastructure library) terdiri lima publikasi yang masing-masing memerikan bimbingan yang diperlukan dalam pendekatan terpadu, sebagaimana dibutuhkan sebagai standarisasi ISO / IEC 20000 adalah:

  1. transition design
  2. operation design